Masjid di Kabupaten Kendal Jawa Tengah

Posted on

Masjid di Kabupaten Kendal Jawa Tengah

Masjid di Kabupaten Kendal Jawa Tengah

Profesi manusia memang berbeda-beda kadang juga sangat ringan kadang juga sangat berat, tapi karena kebutuhan hidup itu sudah tidak mungkin lagi ditinggalkan. Karena mau bagaimanapun semua itu sudah menjadi tanggungjawab yang harus dijalani. Contoh terbesar adalah apa yang dilakukan oleh Rohman, dia sudah puluhan tahun mengabdi untuk menjadi seorang pembersih Masjid di salah satu desa di Kecamatan Kaliwungu Selatan Kabupaten Kendal Jawa Tengah. Tidak kurang dari 20 tahun Rohman menjadi marbot, karena selain bertugas dalam kebersihan dia juga bertugas sebagai muadzin kadang juga menjadi imam Masjid.

Untuk menjalani kehidupan sehari-harinya, Rohman juga mendapatkan jatah satu petak sawah milik warga yang sudah diwakafkan kepada Masjid. Karena mau bagaimanapun, mayoritas warga di Kecamatan Kaliwungu Selatan adalah dengan bercocok tanam terutama menanam padi. Karena sesuai dengan data pada tahun 2015 luas areal tanaman padi sawah mencapai 1.028 ha dengan produksi sebesar 6.998,2 ton dan luas areal tanaman jagung hanya mencapai 868 ha dengan produksi sebesar 5.867,1 ton.

Selain itu, di Kecamatan Kaliwungu Selatan juga ada sejumlah tanaman kehutanan yang berupa Jati, Sengon laut, Mahonio dan Jabon. Sebagaimana daerah lainnya, pohon jati dan sengon laut adalah produk terbanyak dari tanaman Kehutanan dengan kawasan hutan rakyat untuk tanaman Jati saja bisa mencapai 440 ha dengan jumlah pohon sebanyak 80.600 bnatang, tapi tanaman sengon laut seluas 220 ha dengan jumlah tanaman sebanyak 73.400 batang.

Sesuai dengan wacana geografi di tempat tinggal Rohman, maka dengan sukarela dia hanya menerima wakaf tanah tersebut untuk dia manfaatkan untuk menjalani kehidupannya setiap hari. Meski demikian, Roham tidak pernah mengeluh menjadi seorang Marbot Masjid karena menurutnya itu merupakan sebagai wujudnya sebagai umat manusia yang mana punya kewajiban untuk membagikan kebahagian kepada setiap umat manusia lainnya. Itu adalah bagian dari ibadahnya, karena menjaga Rumah Allah menurutnya bisa membuat dirinya lebih tenang dalam menjalani kehidupan. Bisa hidup berdampingan yang baik adalah sebuah gambaran kebahagiaan yang tidak bisa terelakkan, karena itulah Rohman masih terus setia menjaga Masjid.

Meski sejak beberapa tahun belakang dia tidak bisa tinggal di Masjid karena masih mengurus orangtuanya yang sedang sakit tua. Tapi Rohman dengan ketegarannya masih terus menjalani kehhidupan sebagaimana setiap harinya. Mengumandangkan adzan lima waktu setiap hari tidak pernah ketinggalan. Atas itu orangtuanya juga tidak pernah mengeluhkan apapun, justru mereka merasa banggga dengan putranya tersebut karena memiliki keikhlasan hati. Di Desanyha sendiri Rohman juga terkenal sangat baik, karena selalu siap memberikan bantuan kepada warga lainnya. Sehingga, ini membuat mereka bahagia sekali memiliki Rohman.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *