Filosofi Rumah dengan Pintu Gebyok

Posted on

Filosofi Rumah dengan Pintu Gebyok

Gebyok memang sarat dengan nuansa Jawa. Sehingga, rumah dengan pintu gebyok akan bernuansa klasik dan etnik. Sedangkan secara kualitas, rumah yang menggunakan pintu model ini akan lebih awet. Hal ini berkaitan dengan bahan utama dari gebyok terbuat dari kayu jati pilihan dengan kualitas terbaik yang memang terkenal awet dan tahan lama. Sedangkan bahan finishing yang dipilih biasanya menggunakan bahan melamine dengan warna salak. Gebyok yang terbuat dari kayu jati pilihan dengan tampilan khas Jawa akan membuat rumah  mempunyai nuansa etnik dan klasik, tetapi mewah ketika dipandang. Kini, banyak juga orang yang lebih memilih gaya etnik ini pada rumah model minimalis.

Rumah dengan pintu gebyok Jawa tentunya akan menambah nuansa Jawa yang kental di dalamnya. Tidak hanya adat Jawa saja yang terlihat, kesan mewah dan elegan akan terlihat dengan jelas. Gebyok sendiri mempunyai sebuah filosofi pada budaya Jawa. Fungsi dari gebyok sendiri merupakan sebuah partisi yang digunakan sebagai penyekat pada kamar. Dengan menggunakan pintu dari gebyok, maka penghuni rumah yang akan masuk ke dalam kamar langsung merasakan nuansa Jawa yang kental di dalamnya. Hal ini sangat berbeda ketika menggunakan pintu model biasa. Penghuni rumah pastinya tidak bisa merasakan budaya Jawa ketika hanya menggunakan pintu model biasa.

 

Gebyok saat ini identik dengan rumah khas dari Jawa yaitu Joglo. Kemudian muncul istilah pintu Joglo. Istilah ini mengacu pada pintu yang digunakan pada rumah adat Jawa. Bentuk pintunya memang terkesan sangat klasik. Sehingga, baik penghuni maupun tamu yang sekedar berkunjung bisa merasakan dengan jelas nuansa yang terkandung di dalamnya. Pintu tadi biasanya ukurannya tidak terlalu tinggi. Hal ini bahkan disengaja dibuat tidak setinggi pintu-pintu pada umumnya. Hal ini terkait dengan filosofi orang Jawa yang selalu ingin merendah ketika bertamu, sebagai salah satu bentuk penghormatan kepada tuan rumah. Memang budaya Jawa mengajarkan banyak untuk menggunakan kerendahan hati ketika berhubungan dengan sesamanya, sehingga terlihat dari bentuk pintu dari rumah Joglo yang dibuat lebih rendah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *