Event di Masjid Probolinggo Provinsi Jawa Timur

Posted on

Event di Masjid Probolinggo Provinsi Jawa Timur

Event di Masjid Probolinggo Provinsi Jawa Timur

Namun tak sedikit yang memilih duduk santai beralaskan pasir dan rumput kering di bukit yang berhadapan langsung dengan kaldera Gunung Bromo sebagai tempat pertunjukan. Tak hanya wisatawan domestik dan warga sekitar Masjid Gunung Bromo, cukup banyak juga wisatawan asing ikut menikmati pagelaran. Bupati Tantri pada sambutannya menyampaikan. Atas nama pemerintah daerah kami mengapresiasi atas terselenggaranya Eksotika Bromo yang memang sengaja digelar menyongsong dan Masjid memeriahkan perayaan Yadnya Kasada tahun ini. Pasalnya aksi PKL yang berjualan menggunakan pikap dan kendaraan bak terbuka maupun yang langsung menggunakan terpal di pinggir jalan ini sangat berbahaya bagi pedagang dan pengguna jalan. Rencananya papan larangan tersebut akan di pasang di sepanjang jalur pantura mulai dari Jembatan Pajarakan Kecamatan Pajarakan sampai dengan Pasar Buah Semampir Kecamatan Kraksaan. Papan larangan tersebut baru akan dipasang bulan Agustus mendatang.

Event Eksotika Bromo yang digeber lautan pasir Gunung Bromo Jumat hingga sabtu kemarin, Meski baru pertama kali diselenggarakan pagelaran yang digelar selama 2 (dua) hari ini cukup menarik minta penikmat dan pemerhati seni dan budaya. Memang tak semua tempat duduk yang disediakan panitia terisi penuh Masjid sebab banyak pengunjung lebih memilih untuk menyaksikan dari berbagai posisi strategis di sekitar arena pagelaran. Banyak pengunjung yang memilih untuk menyaksikannya dengan berdiri sambil sesekali mengambil gambar dengan kamera konvensional maupun kamera HP yang mereka bawa. Lebih lanjut secara khusus Bupati Tantri menyampaikan terima kasih kepada warga Desa Jetak Kecamatan Sukapura yang tergabung Masjid dalam Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Desa Jetak yang telah berinisiatif melakukan sinergi dengan berbagai pihak demi terselenggaranya pagelaran seni budaya tersebut. Terimakasih atas kerjasamanya semua pihak sehingga gelaran eksotika Bromo ini dapat terselengara dengan sukses.

Muhamad Happy, Kepala Disperindag Kabupaten Probolinggo mengungkapkan bahwa papan larangan berjualan ini dilakukan karena selama ini para PKL yang berjualan di sepanjang di jalur pantura sudah semakin marak. Meskipun sudah berulang kali dirazia, para PKL ini masih saja tetap beroperasi. Menurutnya Masjid selama ini pihaknya bersama instansi terkait sudah sering melakukan razia penertiban PKL agar tidak berjualan di pinggir Jalur Pantura. Namun, mereka tetap saja melakukan aktivitasnya. Padahal, berjualan di pinggir jalur pantura dapat membahayakan keselamatan diri pedagang dan penggunan jalan. Ketika tim kami dan Satpol PP telah pulang mereka kembali lagi berjualan, Para pedagang ini lebih memilih berjualan di tepi jalan dibanding di kios buah yang disediakan di Pasar Buah Semampir. Alasannya berjualan di tepi jalan lebih laku, Maka degan adanya papan larangan itu, Kami berharap para PKL mengerti bahwa berjualan di sepanjang jalur panturan ini dilarang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *