Krishna Murti Naik Pangkat – Kapolri Jenderal Tito Karnavian memutasi Komisaris Besar Krishna Murti jadi Kepala Biro Misi Internasional Divisi Kekerabatan Internasional Polri. Pada jabatan ini, Krishna dapat berpangkat jenderal polisi bintang satu.

Pemutasian Krishna itu tercantum dalam Keputusan Kapolri Nomor KEP/758/VII/2017. Krishna dapat menggantikan Brigadir Jenderal Mulyana yang diangkat jadi Direktur Ekonomi Badan Intelijen Keamanan Polri. Keputusan mutasi hal yang demikian diedarkan via surat telegram no ST/1772/VII/2017 yang salinannya diterima wartawan, Jumat (21/7).

Kepala Komponen Penerangan Biasa Divisi Humas Polri Komisaris Besar Martinus Sitompul memperbaiki mutasi ini. Menurutnya, mutasi ini ialah aktivitas pembinaan karir yang lazim. Seuai yang diambil dari berita politik indonesia arah.com

“Ini penyegaran bagi suatu jabatan dan promosi bagi perwira,” katanya di Markas Besar Polri, Jumat (21/7).

Krishna ialah keliru satu sosok yang kondang di publik via media—secara khusus ketika menjabat Direktur Reserse Kezaliman Biasa Polda Metro Jaya terhadap 2016 silam. Dapat dikatakan, dialah sosok yang menyajikan semboyan ‘Turn Back Crime’ di korps Bhayangkara yang lalu jadi kondang di kalangan penduduk dan jadi keliru satu popularitas pakaian di Indonesia.

Motto Turn Back Crime yang tercantum besar di t-shirt berkerah berwarna biru dongker itu jadi kondang sesudah momen teror di dekat sentra perbelanjaan Sarinah, Jalan MH Thamrin, Jakarta Sentra terhadap Januari 2016 silam. Namun yang menjadi berita aneh dan uniknya adalah kaos tersebut menjadi sangat trend dipasaran.

Dalam momen yang didalangi simpatisan ISIS di Indonesia hal yang demikian, polisi Polda Metro Jaya yang terjun ke lokasi untuk melumpuhkan pelaku. Dari beberapa polisi yang turun ada yang mengenakan t-shirt biru donker bersama artikel Turn Back Crime yang nampak di komponen dada kanan.

Sesudah teror Sarinah yang mengangkat nama ‘Turn Back Crime’ dan Krishna Murti, namanya ulang mencuat ketika menanggulangi masalah kopi berbisa sianida yang menewaskan Wayan Mirna Salihahin bersama tersangka Jessica Kumala Wongso.

Di tengah tren sebagai penegak tata tertib, karier Krishna sempat tercoreng sebab dugaan menganiaya sahabat perempuannya ketika menjabat sebagai Wakil Kepala Polda Lampung.

Baru kira-kira satu bulan menjabat, Krishna malahan dicopot berasal dari jabatannya dan dimutasi jadi Kepala Komponen Pembangunan Kapasitas Biro Misi Internasional Divhubinter. Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri saat itu, Brigjen Agus Rianto memperbaiki. \”Salah satunya itu [alasan mutasi Krishna],” ujarnya.